AMANAH - Waspada Child Grooming di Era Digital

SMK AMANAH

1/8/20261 min read

Di era digital seperti sekarang, media sosial, game online, dan aplikasi pesan instan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Di balik kemudahan berkomunikasi dan mencari hiburan, terdapat ancaman yang perlu diwaspadai bersama, salah satunya adalah child grooming.

Apa Itu Child Grooming?

Child grooming adalah upaya seseorang untuk mendekati anak atau remaja secara perlahan dengan tujuan memanipulasi, memanfaatkan, atau mengeksploitasi mereka. Pelaku biasanya membangun kepercayaan terlebih dahulu agar korban merasa nyaman dan tidak menyadari adanya bahaya.

Child grooming tidak selalu terjadi secara langsung. Saat ini, banyak kasus terjadi melalui media sosial, game online, atau chat pribadi.

Mengapa Siswa Perlu Waspada?

Siswa merupakan kelompok yang aktif menggunakan internet dan media sosial. Rasa ingin tahu, keinginan untuk didengar, serta kemudahan berinteraksi dengan orang baru dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pelaku grooming sering menyamar sebagai:

  • teman sebaya,

  • kakak kelas atau alumni,

  • penggemar atau teman bermain game.

Karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki kesadaran dan kewaspadaan sejak dini.

Sikap Aman yang Harus Dilakukan Siswa

Sebagai Siswa Amanah, ada beberapa langkah sederhana namun penting untuk menjaga diri:

  1. Jaga privasi diri Jangan mudah membagikan data pribadi seperti alamat rumah, nomor pribadi, atau jadwal harian.

  2. Batasi pertemanan di media sosial Terima pertemanan hanya dari orang yang benar-benar dikenal.

  3. Jangan mudah percaya Tidak semua orang di internet memiliki niat baik, meskipun terlihat ramah.

  4. Berani berkata tidak Jika merasa tidak nyaman, kamu berhak menolak dan menghentikan komunikasi.

  5. Laporkan kepada orang dewasa tepercaya Segera ceritakan kepada orang tua, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah jika merasa terancam.

Peran Sekolah dan Lingkungan

Yayasan Amanah HZAA berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Namun, pencegahan child grooming tidak bisa dilakukan oleh sekolah saja. Dibutuhkan kerja sama antara siswa, orang tua, dan guru.

Siswa diharapkan aktif menjaga diri, saling mengingatkan antar teman, serta tidak ragu melapor jika menemukan hal yang mencurigakan.